Pengaruh Komposisi Bahan Baku Kompos (Sampah Organik Pasar, Ampas Tahu, dan Rumen Sapi) terhadap Kualitas dan Kuantitas Kompos

Yommi Dewilda, Firsti Listya Darfyolanda

Abstract


This research combines market waste (SP), Soybeanwaste and the cow's rumen (RS) as raw material for composting. Composter consists of eight variations, variations 1 (60% SP; 40% AT; 0% RS), variation of 2 (60% SP; 20% AT; 20% RS), variation 3 (50% SP; 30% AT; 20 % RS), variations in 4 (40% SP; 40% AT; 20% RS), variations in 5 (70% SP; 10% AT; 20% S), variations in 6 (60% SP; 30% AT; 10% RS ), variations in 7 (50% SP; 40% AT; 10% RS), variations of 8 (60% SP; 20% AT; 20% RS; EM4). This study aimed to analyze the effect of variations composition of the compost raw materials in order to obtain a variation of the most optimum for composting. The methods used are composting semiaerob. The observation of the maturity of the compost to the parameters of temperature, pH and color meets the standards of SNI 19-7030-2004 with composting 16-33 days old. The results of the analysis of all variations of the water content of the compost quality, C-organic, nitrogen, C / N ratio, phosfor, and potassium, has met the standard of SNI 19-7030-2004. Of the total raw material compost as much as 3 liters, obtained quantity of solid compost and liquid compost from 0.45 to 0.87 liters of 0.45 to 1.2 liters. Based on the scoring result of the maturity, quality, and quantity of compost, obtained the best variation is a variation 5.

Keywords : Soybean waste,kompos quality and quantity, cow's rumen, market waste

Abstrak-Penelitian ini mengkombinasikan sampah pasar (SP), ampas tahu (AT) dan rumen sapi (RS) sebagai bahan baku pengomposan. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh variasi komposisi bahan baku kompos sehingga diperoleh variasi yang optimum untuk proses pengomposan. Komposter terdiri dari 8 variasi yaitu variasi 1(60% SP; 40% AT; 0% RS), variasi 2 (60% SP; 20% AT; 20% RS), variasi 3 (50% SP; 30% AT; 20% RS), variasi 4 (40% SP; 40% AT; 20% RS), variasi 5 (70% SP; 10% AT; 20% S), variasi 6 (60% SP; 30% AT; 10% RS), variasi 7(50% SP; 40% AT; 10% RS), variasi 8 (60% SP; 20% AT; 20% RS; EM4). Metoda yang digunakan adalah pengomposan semiaerob. Hasil pengamatan terhadap kematangan kompos untuk parameter temperatur, pH, warna telah memenuhi standar SNI 19-7030-2004 dengan lama pengomposan 16-33 hari. Hasil analisis semua variasi kualitas kompos yaitu kadar air, C-organik, nitrogen, rasio C/N, phosfor, dan kalium, telah memenuhi standar SNI 19-7030-2004. Dari total bahan baku kompos sebanyak 3 liter, didapatkan kuantitas hasil kompos padat 0,45-0,87 liter dan kompos cair 0,45-1,2 liter. Berdasarkan hasil skoring terhadap kematangan, kualitas, dan kuantitas kompos, didapatkan variasi terbaik adalah variasi 5 (70% SP; 10% AT; 20% RS).

Kata Kunci : Ampas tahu, kualitas kompos, kuantitas kompos, rumen sapi, sampah pasar


Full Text:

PDF

References


Center for Policy and Implementation Studis (CPIS).(1992). Buku Panduan Teknik Pembuatan Kompos dari Sampah, Teori, dan Aplikasi. Jakarta: Center for Policy and Implementation Studis (CPIS).

Pembalikan. Prosiding SNTK TOPI 2011. Jurusan Teknik Kimia. Universitas Riau. Pekanbaru.

Haryoto, dkk. 2005. Pembuatan Tahu. Edisi Teknologi Pengolahan Pangan. Yogyakarta

Hindersah. 2011. Pemanfaatan Limbah Tahu dalam pengomposan sampah rumah tangga untuk meningkatkan kualitas mikrobiologi kompos. Universitas Padjajaran

Isroi. 2008. Kompos. Bogor: Peneliti pada Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia

Sembiring, P., 2010. Pengantar Ruminologi. Medan. USU Press

SNI 19-7030-2004 tentang Standar Kualitas Kompos

Tarigan., 2012. Pembuatan Pupuk Organik Cair Dengan Memanfaatkan Limbah

Padat Sayuran Kubis (Brassica Aleracege. L) Dan Isi Rumen Sapi




DOI: https://doi.org/10.25077/dampak.14.1.52-61.2017

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Visitor Number :

View My Stats