Kombinasi Filtrasi dan Fitoremediasi untuk Pengolahan Limbah Cair Industri Batik

Eka Mayluna Kencana(1*), Arlini Dyah Radityaningrum(2)

(1) Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perancangan, Institut Teknologi Adhi Tama Surbaya, Surabaya 60117, Indonesia
(2) Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Perancangan, Institut Teknologi Adhi Tama Surbaya, Surabaya 60117, Indonesia
(*) Corresponding Author

DOI: https://doi.org/10.25077/dampak.19.2.56-65.2022
Copyright (c) 2023 Eka Mayluna Kencana, Arlini Dyah Radityaningrum

Abstract


The colouring activity of batik industry in Kampung Batik Jetis, Sidoarjo Regency produced wastewater which was discharged directly into the water bodies. The wastewater had the high concentration of COD, BOD, Pb, and colour, with the values of 8366 mg/L, 2150 mg/L, 0,214 mg/L, and 2502 Pt-Co. The hybrid treatment of filtration and phytoremediation was a potential treatment of the wastewater from the textile industry. The research aimed to investigate the performance of the hybrid treatment of filtration and fitoremediation in removing the COD, BOD, Pb, and colour in the wastewater of the batik industry. The filtration media were silica sand, activated carbon, coconut husk, sand, and gravel. The plants in the phytremediation were water bamboo (Equisetum hyemale) and water jasmine (Echinodorus palaefolius). The results showed that the highest performance was achieved by the hybrid treatment of filtration and phytoremediation using jasmine water plant. The removal efficiencies of COD, BOD, Pb, and colour were 91%, 90%, 98%, and 91%, respectively. Based on the Kruskal Wallis statistical test, the variable of plant type and detention time had no significant influence to the removal efficiencies of COD, BOD, Pb, and colour, as indicated by a p-value> 0.05. Keywords: batik wastewater, filtration-phytoremediation, hybrid treatment, water bamboo (Equisetum hyemale), water jasmine (Echinodorus palaefolius)

 A B S T R A K

Kegiatan pewarnaan industri batik di Kampung Batik Jetis Kabupaten Sidoarjo menghasilkan air limbah yang langsung dibuang ke badan air. Air limbah memiliki konsentrasi COD, BOD, Pb, dan warna yang tinggi, dengan nilai 8366 mg/L, 2150 mg/L, 0,214 mg/L, dan 2502 Pt-Co. Perlakuan hibrid filtrasi dan fitoremediasi merupakan pengolahan potensial air limbah dari industri tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja perlakuan hibrid filtrasi dan fitoremediasi dalam menyisihkan COD, BOD, Pb, dan warna pada air limbah industri batik. Media filtrasi yang digunakan adalah pasir silika, karbon aktif, sabut kelapa, pasir, dan kerikil. Tumbuhan yang digunakan dalam fitremediasi adalah bambu air (Equisetum hyemale) dan melati air (Echinodorus palaefolius). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja tertinggi dicapai oleh perlakuan hibrid filtrasi dan fitoremediasi menggunakan tanaman air melati. Efisiensi penyisihan COD, BOD, Pb, dan warna berturut-turut adalah 91%, 90%, 98%, dan 91%. Berdasarkan uji statistik Kruskal Wallis, variabel jenis tanaman dan waktu detensi tidak berpengaruh nyata terhadap efisiensi penyisihan COD, BOD, Pb, dan warna yang ditunjukkan dengan nilai p > 0,05. Kata Kunci: air limbah batik, filtrasi-fitoremediasi, perlakuan hibrida, bambu air (Equisetum hyemale), melati air (Echinodorus palaefolius)


Keywords


batik wastewater, filtration-phytoremediation, hybrid treatment, water bamboo (Equisetum hyemale), water jasmine (Echinodorus palaefolius)

Full Text:

PDF

References


Anam, M., Kurniati, E., & Suharto B. (2013). Penurunan Kandungan Logam Pb dan Cr Leachate melalui Fitoremediasi Bambu Air (Equisetum Hyemale) dan Zeolit. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 1(2), 43-59.

Anonim. (1995). Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 1995, Tentang Baku Mutu Limbah Cair Industri.

Anonim. (2013). Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah untuk Industri

Caroline J. & Moa, G. (2015). Fitoremediasi Logam Timbal (Pb) Menggunakan Tanaman Melati Air (Echinodorus palaefolius) pada Limbah Industri Peleburan Tembaga dan Kuningan. Prosiding. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan III 2015 Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya.

Chaney R L., Brown S., Li Y. M., Angle J. S., & Homer F. G. C. (1995). Potential use of metal hyperaccumulators. Mining Environ Manag., 3, 9-11.

Dewi, M. T. K. (2017). Fitoremediasi Limbah Binatu Menggunakan Tanaman Melati Air (Echinodorus Palaefolius L.) dan Jerami Hasil Fermentasi Pseudomonas aeruginosa. Skripsi. Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Fahn, A. (1994). Anatomi Tumbuhan. Edisi ketiga. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.

Fitria W. & Eko H. (2016). Pengolahan Limbah Cair Rumah Tangga Menggunakan Tanaman Bambu Air (Equisetum hyemale). Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 121 – 127.

Hardiani, H. (2009). Potensi Tanaman dalam Mengakumulasi Logam Cu pada Media Tanah Terkontaminasi Limbah Padat Industri Kertas. BS, 44(1), 27-40.

Hayati, N. 1992. Kemampuan Eceng Gondok dalam Mengubah Sifat Fisik Kimia Limbah Cair Pabrik Pupuk Urea dan Asam Formiat. Tesis. Pasca Sarjana Biologi, Institut Teknologi Bandung.

Irawanto, R. (2010). Fitoremediasi Lingkungan dalam Taman Bali. Local Wisdom Scientific Online Journal, 2(4). 29-35.

Irhamni, Setiaty P., Edison P., & Wirsal H. (2017). Kajian Akumulator Beberapa Tumbuhan Air dalam Menyerap Logam Berat secara Fitoremediasi. Jurnal Serambi Engineering, 1(2), 75-84.

Mangkoedihardjo S. & Samudro. (2010). Fitoteknologi Terapan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Mohan, S. V., Prasad, K. K., Rao, N. C., & Sarma, P. N. (2005). Acid Azo Dye Degradation by Free and Immobilized Horseradish Peroxidase (HRP) Catalyzed Process. Chemosphere, 58, 1097–1105.

Murniati T. (2014). Pengelolaan Limbah Cair Industri Batik dengan Metode Elektrolisis sebagai Upaya Penurunan Tingkat Konsentrasi Logam Berat di Sungai Jenes, Laweyan, Surakarta. Tesis. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Murniati, T. & Muljadi. (2013). Pengolahan Limbah Batik Cetak dengan Menggunakan Metode Filtrasi-Elektrolisis untuk Menentukan Efisiensi Penurunan Parameter COD, BOD, dan Logam Berat (Cr) setelah Perlakuan Fisika-Kimia. Ekuilibrium Journal of Chemical Engineering, 12(1), 27-36.

Nasruddin. Isnasyauqiah, Nurandini, D., Halang, B., Normelani, E., Kumalawati, R., Syaharuddin, Aristin, N. F., & Riadi, S. (2018). Identifikasi Potensi Limbah Cair Zat Pewarna Sasirangan terhadap Pencemaran di Kota Banjarmasin. Laporan Akhir Penelitian. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat. http://eprints.ulm.ac.id/5591/1/Nasruddin_Laporan%20Penelitian%20LIMBAH%20CAIR%20SASIRANGAN_FINAL_2018.pdf

Ningsih, D. A. (2017). Uji Penurunan Kandungan BOD, COD, dan Warna pada Limbah Cair Pewarnaan Batik Menggunakan Scirpus grossus dan Iris pseudacorus dengan Sistem Pemaparan Intermittent. Tugas Akhir. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Nur, F. & Isworo, S. (2020). The Phytoremediation of Echinodorus palaefolius (Water Jasmine) in Reducing BOD and COD of Liquid Waste - Batik Industry "X" in Pekalongan. GSC Biological and Pharmaceutical Sciences, 12(3), 215-222.

Nurdin, M., Natsir, M., Maulidiyah, & Gunlazuardi, J. (2010). Pengembangan Metode Analisis Chemical Oxygen Demand Model Baru. Jurnal Teknologi Pengelolaan Limbah, 13(2).

Nurmalinda, Yuliansyah, A. T., & Prasetya, A. (2018). Aklimatisasi Tanaman Lemna minor dan Azolla microphylla terhadap Lindi TPA Piyungan pada Tahap Awal Fitoremediasi. Prosiding. Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar Ilmu Pengetahuan dan Eknologi Nuklir. Pusat Sains dan Teknologi Akselerator.

Padmaningrum, R. T., Tien A., & Yuliati. (2014). Pengaruh Biomasa Melati Air (Echinodorus paleafolius) dan Teratai (Nyphaea firecrest) terhadap Kadar Fosfat, BOD, COD, TSS, dan Derajat Keasaman Limbah Cair Laundry. Jurnal Penelitian Saintek, 19(2).

Permadi, M. I. (2019). Pemanfaatan Bambu Air (Equisetum Sp.) untuk Menurunkan Kadar Timbal (Pb) Menggunakan Fitoremediasi Sistem Batch. Tugas Akhir. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Pinandari, A. W., Fitriana D. N., Nugraha A., & Suhartono, E. (2011). Uji Efektifitas dan Efisiensi Filter Biomassa Menggunakan Sabut Kelapa (Cocos nucifera) sebagai Bioremoval untuk Menurunkan Kadar Logam (Cd, Fe, Cu), Total Padatan Tersuspensi (TSS) dan Meningkatkan pH pada Limbah Air Asam Tambang Batubara. Prestasi, 1 (1), 1-12.

Purwanto, D. S. (2004). Pengelolaan Limbah Cair. Skripsi. Jurusan Kesehatan Lingkungan, Politeknik Kesehatan Surabaya.

Puspawati S. W. (2017). Alternatif Pengolahan Limbah Industri Tempe dengan Kombinasi Metode Filtrasi dan Fitoremediasi. Prosiding. Seminar Nasional Teknologi Pengelolaan Limbah XV Universitas Indonesia.

Rachmi, I. S. & Muzayanah (2018). Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pemilik Industri Batik dalam Mengolah Limbah Produksi Batik di Kampung Batik Jetis Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo. Swara Bhumi e-Journal Pendidikan Geografi FIS Unesa, 5(6), 0-206.

Rascio, N. & Navari-Izzo, F. (2011). Heavy metal hyperaccumulating plants: How and why do they do it? and what makes them so interesting? Plant Science, 180, 169-181.

Reed, S. C. (1993). Subsurface Flow Constracted Watland for Wastewater Treatment a Technology Assesment. New Orleans: U.S. Environmental Protection Agency.

Rusyani, R. (2014). Potensi Tumbuhan Genjer sebagai Agen Fitoremediasi pada Limbah yang Mengandung Logam Timbal (Pb). Skripsi. Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultass Matematika dan IPA, Universitas Negeri Gorontalo.

Sasono, E. & Pungut. (2013). Penurunan Kadar BOD dan COD Air Limbah UPT Puskesmas Janti Kota Malang dengan Metode Contructed Wetland. Waktu Jurnal Teknik UNIPA, 11(1), 60-70.

Schnoor, J. L., Licht, L. A., Mc Cutcheon, S. C., Wolfe, N. L., & Carreira, L. H. (1995). Phytoremediation of Organic and Nutrient Contaminants. Environ. Sci. Technol., 29, 318–323.

Suharty, N. S. (1999). Dasar-dasar Pengelolaan Limbah Industri. Jakarta: Cetakan pertama. Penerbit UI- Press.

Suprihatin, H. (2014). Kandungan Organik Limbah Cair Industri Batik Jetis Sidoarjo dan Alternatif Pengolahannya. Surabaya. Tugas Akhir. Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Pembangunan.

Sutyasmi, S. & Susanto, H. B. (2013). Penggunaan Tanaman Air (Bambu Air dan Melati Air) pada Pengolahan Air Limbah Penyamakan Kulit untuk Menurunkan Beban Pencemar dengan Sistem Wetland dan Adsorpsi. Majalah Kulit, Karet, dan Plastik, 29(2), 69-76.

Umroh. (2011). Kemampuan Tanaman Air Purun (Lepiromia micronata) dalam Menyerap Logam Berat (Pb, Cu, dan Zn) di Bekas Penambangan Timah. Akuatik Jurnal Sumberdaya Perairan, 5(1).

Watini. (2009). Pengaruh Waktu Kontak Eceng Gondok (Eichornia crassipes) terhadap Penurunan Kadar Cd dan Cr pada Air Limbah Industri Batik (Home Industry Batik di Desa Sokaraja Lor) Kota Purwokerto. Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.