Pengaruh Aerasi Bertingkat dengan Kombinasi Saringan Pasir, Karbon Aktif, dan Zeolit dalam Menyisihkan Parameter Fe dan Mn dari Air Tanah di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah

Abdul Hafidz Nainggolan(1*), Ahmad Perwira Mulia Tarigan(2), Hafizhul Khair(3)

(1) Teknik Lingkungan, Universitas Sumatera Utara
(2) Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara
(3) Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Univesitas Sumatera Utara
(*) Corresponding Author

DOI: https://doi.org/10.25077/dampak.14.1.1-12.2017
Copyright (c) 2017 Abdul Hafidz Nainggolan, Ahmad Perwira Mulia Tarigan, Hafizhul Khair

Abstract


Groundwater if allowed to form a yellow precipitate indicates that contains high levels of Fe and Mn are high, so we need a method that is good in quality and economical way to improve the quality of groundwater. Experimental research that aims to determine the effect of aeration is terraced with a combination of sand, activated carbon and zeolite filter. Examination of the samples is done continuous sampling every 1 hour within 5 hours of the treatment 1 (aeration 2 levels followed by a sand, activated carbon, and zeolite filter), the treatment 2 (aeration 2 levels with a combination of zeolite followed by a sand, activated carbon, and zeolite filter), and the treatment 3 (sand, activated carbon, and zeolite filter). The best decreased levels of Fe is to use the treatment 1 with an efficiency decrease of 47,22 %. Whereas decreased levels of Mn best is on each treatment with the efficiency of a decrease of 100 %. Statistical analysis showed that there are differences in the levels of Fe in the tool 1, tool 2 and the tool 3 p (0.028 < 0.05). There is no difference in the levels of Mn on treatment 1, treatment 2, and treatment 3 p (0146 > 0.05).

Keywords : Groundwater, Fe, Mn, Multilevel aeration, Sand activated carbon zeolite filter


Abstrak

Air tanah yang jika dibiarkan membentuk endapan kuning menunjukkan bahwa masih mengandung kadar Fe dan Mn yang tinggi, sehingga diperlukan suatu metode yang baik dalam kualitas dan ekonomis untuk meningkatkan kualitas air tanah. Penelitian yang bersifat eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aerasi bertingkat dengan kombinasi saringan pasir, karbon aktif dan zeolit. Pemeriksaan sampel dilakukan secara continuous sampling setiap 1 jam sekali dalam 5 jam pada alat 1 (aerasi 2 tingkat dilanjutkan dengan saringan pasir, karbon aktif, dan zeolit), alat 2 (aerasi 2 tingkat dengan kombinasi zeolit dilanjutkan dengan saringan pasir, karbon aktif, dan zeolit), dan alat 3 (saringan pasir, karbon aktif, dan zeolit). Penurunan kadar Fe yang tertinggi ialah menggunakan alat 1 dengan efisiensi penurunan sebesar 47,22 %. Sedangkan penurunan kadar Mn yang terdapat pada setiap alat dengan efisiensi penurunan sebesar 100 %. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan konsentrasi Fe pada alat 1, alat 2 dan alat 3 p (0.028 < 0.05). Tidak ada perbedaan konsentrasi Mn pada alat 1, alat 2 dan alat 3 p (0.146 > 0.05).

Kata Kunci: Aerasi Bertingkat, Air Tanah, Fe, Mn, Saringan Pasir Karbon Aktif Zeolit



Full Text:

PDF

References


Asbahani, 2013. Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu Sebagai Karbon Aktif untuk Menurunkan Kadar Besi pada Air Sumur. Jurnal. Universitas Tanjungpura. Pontianak

Asmadi., Khayan., dan Kasjono, H. S. 2011. Teknologi Pengolahan Air Minum. Gosyen: Yogyakarta.

Bennefield, L.D., Randall, C.W. 1980. Biological Process Design for Wastewater Treatment. Prentice-Hall, Inc.

Effendi, 2003. Telaah Kualitas Air. Kanisius: Yogyakarta

Fatriani. 2009. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Arang Aktif Tempurung Kelapa Terhadap Kadar Fe dan pH Air Gambut. Laporan Hasil Penelitian. Unlam. Banjarbaru.

Handarbendi, L. S. 2013. Keefektifan Variasi susunan Media Filter Arang Aktif, Pasir dan Zeolit dalam Menurunkan Kadar Besi (Fe) Air Sumur. Tugas Akhir. UMS. Surakarta.

Hardini, I., dan Karnaningroem, N. 2011. Peningkatan Kualitas Air Sumur Gali Menjadi Air Bersih Menggunakan Filter Mangan Zeolit dan Karbon Aktif: Studi Kasus Air Sumur Gali Pemukiman Desa

Banjar PO Sidoarjo. Jurnal. ITS. Surabaya.

Jamilatun, S., dan Setyawan, M. 2014. Pembuatan Arang Aktif dari Tempurung Kelapa dan Aplikasinya untuk Penjernihan Asap Cair. Jurnal. UAD. Yogyakarta.

Joko, T., dan Rachmawati, S. 2016. Variasi Penambahan Media Adsorpsi Kontak Aerasi Sistem Nampan Bersusun (Tray Aerator) Terhadap Kadar Besi (Fe) Air Tanah Dangkal di Kabupaten Rembang. Jurnal. Undip. Semarang.

Kusnaedi. 2010. Mengolah Air Kotor untuk Air Minum. Penebar Swadaya: Jakarta.

Kusnoputranto, 1994. Kesehatan Lingkungan. FKM UI: Jakarta.

Linsley, R. K. 1985. Teknik Sumberdaya Air (Terjemahan Djoko Sasongko).Penerbit Airlangga: Jakarta.

Munthe, A. 2013. Pengolahan Air Bersih Dengan Kombinasi Jarak Jatuh Pada Aerasi Bertingkat dan Diameter Pasir Pada Saringan Pasir Dalam Menurunkan Kadar Fe dan Mn Pada Air Sumur Gali Di

Desa Pelawi Selatan Kabupaten Langkat Tahun 2013. Tesis. USU. Medan.

Panigoro, S. A. N., Saraswati, D., Prasetya, E. 2015. Pengaruh Variasi Ketebalan Pasir Dan Karbon Aktif Pada Media Saringan Pasir Lambat Terhadap Penurunan Kadar Besi (Fe) Dan Mangan (Mn) Pada Air Sumur (Suatu Penelitian di Kelurahan Pulubala Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo).

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Rachmawati, S., Joko, T., dan Astorina, N. 2016. Perbedaan Variasi Penambahan Media Adsorpsi Kontak Aerasi Sistem Nampan Bersusun (Tray Aerator) Terhadap Kadar Besi (Fe) Air Sumur Gali Di Desa Jatihadi Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang. Jurnal. Undip. Semarang.

Rahayu, A., Masturi, dan Yulianti, I. Pengaruh Perubahan Massa Zeolit Terhadap Kadar pH Limbah Pabrik Gula Melalui Media Filtrasi. Jurnal. UNS. Semarang.

Rahmawati, A. 2009. Efisiensi Filter Pasir-Zeolit dan Filter Pasir- Arang Tempurung Kelapa dalam Rangkaian Unit Pengolahan Air Untuk Mengurangi Kandungan Mangan Dari Dalam Air. Seminar Internasional Hasil- Hasil Penelitian, Eksakta 3. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Sari, W. K., dan Karnaningroem, N. Studi Penurunan Besi (Fe) Dan Mangan (Mn) Dengan Menggunakan Casscade Aerator Dan Rapid Sand Filter Pada Air Sumur Gali. Jurnal. ITS. Yogyakarta.

Sembiring, M dan Tuti, S. 2003. Arang Aktif ( Pengenalan dan Proses Pembuatannya). USU. Medan.

Silaban, T. F., Santoso, L., dan Suparmono. 2012. Dalam Peningkatan Kinerja Filter Air Untuk Menurunkan Konsentrasi Amonia Pada Pemeliharaan Ikan Mas (Cyprinus carpio). Jurnal. Unlam. Lampung.

Soemirat, J. 2014. Kesehatan Lingkungan. Gajah Mada University Press: Yogyakarta.

Suprihatin, dan Suparno, O. 2013. Teknologi Proses Pengolahan Air Untuk Mahasiswa Dan Praktisi Industri. IPB Press. Bogor.

Yulianti, D. M., Aminatum, T., dan Yuliati. 2016. Pengaruh Umur Pemakaian Zeolit Alam dan Arang Dalam Penyaringan Air Sumur Sistem Adsorpsi Terhadap Kualitas Bakteriologis Air. Jurnal. UNY. Yogyakarta.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.